Langsung ke konten utama

Echo Chamber

 Saya sangat suka buah yang memiliki rasa asam. Ketika ada ahli yang menyatakan bahwa buah dengan rasa asam itu baik untuk melatih kesehatan lambung, maka dengan mudah saya yakini karena pada dasarnya saya suka buah dengan rasa asam yang dominan. Untuk lebih meyakinkan informasi tersebut, saya menggali informasi dari media-media termasuk dari internet. Kata kunci yang saya gunakan adalah "manfaat buah yang memiliki rasa asam". Yang muncul dari hasil pencarian tersebut, tentu pasti akan sesuai dengan kata kunci yang digunakan dalam mesin pencari. Dan dengan mudahnya, seluruh aktivitas tersebut membuat kita menjadi semakin yakin akan manfaat dari buah yang memiliki rasa asam. Dalam keseharian, seringkali kita ada didalam kondisi seperti cerita di atas. Kecenderungan kita pada sesuatu, akan mengantarkan kita pada informasi-informasi yang sesuai dengan kecenderungan kita. Bahkan ketika mencari informasi yang beririsan dengan apa yang menjadi perhatian kita, seringkali motifnya un...

Echo Chamber

 Saya sangat suka buah yang memiliki rasa asam. Ketika ada ahli yang menyatakan bahwa buah dengan rasa asam itu baik untuk melatih kesehatan lambung, maka dengan mudah saya yakini karena pada dasarnya saya suka buah dengan rasa asam yang dominan. Untuk lebih meyakinkan informasi tersebut, saya menggali informasi dari media-media termasuk dari internet. Kata kunci yang saya gunakan adalah "manfaat buah yang memiliki rasa asam". Yang muncul dari hasil pencarian tersebut, tentu pasti akan sesuai dengan kata kunci yang digunakan dalam mesin pencari. Dan dengan mudahnya, seluruh aktivitas tersebut membuat kita menjadi semakin yakin akan manfaat dari buah yang memiliki rasa asam.

Dalam keseharian, seringkali kita ada didalam kondisi seperti cerita di atas. Kecenderungan kita pada sesuatu, akan mengantarkan kita pada informasi-informasi yang sesuai dengan kecenderungan kita. Bahkan ketika mencari informasi yang beririsan dengan apa yang menjadi perhatian kita, seringkali motifnya untuk sekedar mengkonfirmasi apa yang sebelumnya telah kita yakini. Atau apa yang menjadi kecenderungan kita. itulah yang dimaksud dengan ruang gema, atau dalam istilah bahasa ibunya Echo ChamberEcho Chamber adalah lingkungan di mana seseorang hanya menemukan informasi atau pendapat yang mencerminkan dan memperkuat pendapat mereka sendiri.

Objektivitas seseorang dalam meyakini sebuah informasi, terkadang harus bertarung dengan subjektivitasnya sendiri. Padahal, kejernihan seseorang dalam mensikapi sebuah informasi merupakan hal penting. Terlebih jika informasi tersebut, merupakan bagian dari diskusi yang melahirkan keputusan penting.

Ada kalanya, ruang gema terjadi tanpa disadari. Misalnya, dengan algoritma umum sosial media. Dimana, penggunanya akan senantiasa disuguhkan dengan konten-konten yang sesuai dengan ketertarikannya pada issue tertentu. Secara tidak langsung, setiap konten yang muncul di beranda, akan mengantarkan kita pada lorong yang hanya berisi sesuai dengan ketertarikan kita. Lambat laun, akan membentuk pengetahuan subjektif yang semakin lama akan semakin menggumpal. Sulit untuk dicairkan kembali. Jika itu hanya sebuah preferensi kita pada makanan misalnya, tentu tidak menjadi masalah. Akan tetapi, jika berkaitan dengan issue sosial yang memerlukan ruang perspektif yang luas tentu akan menjadi masalah tersendiri.

Agar bisa terhindar dari penggumpalan issue yang tidak sehat, sebelum berpengaruh lebih banyak pada sikap dan pikiran kita, maka akan lebih indah jika kita membiasakan untuk mencoba melihat dari berbagai sudut pandang. Tentu kita haru memiliki keteguhan hati agar bisa meredam subjektivitas kita sebdiri. Coba merenung sejenak, keluar dari kungkungan subjektivitas, lalu mencoba merespon dengan sudut pandang lain untuk kemudian didiskusikan dan menjadi sebuah dialektika yang lebih murni. Tentu, kita akan memiliki cara pandang yang lebih asyik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dosen Sebagai Sivitas Akademika

  Dosen sebagai anggota Sivitas Akademika memiliki tugas mentransformasikan Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi yang dikuasainya kepada Mahasiswa dengan mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran sehingga Mahasiswa aktif mengembangkan potensinya. Referensi: Nama Dokumen: Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 12/E/KPT/2021 tentang Pedoman Operasional Beban Kerja Dosen Keterangan: Bab II " Pengaturan Beban Kerja Dosen " / A. Tugas Dosen /Point 2. Sumber: Kemdikbud Link: https://lldikti6.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2021/02/Salinan-Kepdirjendikti-tentang-PO-BKD-compressed.pdf Halaman: 6 (Enam)

Dosen Sebagai Ilmuwan

Dosen sebagai ilmuwan memiliki tugas mengembangkan suatu cabang Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi melalui penalaran dan penelitian ilmiah serta menyebarluaskannya. Referensi: Nama Dokumen:   Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 12/E/KPT/2021 tentang Pedoman Operasional Beban Kerja Dosen Keterangan:  Bab II " Pengaturan Beban Kerja Dosen " / A.  Tugas Dosen /Point 3. Sumber:  Kemdikbud Link:  https://lldikti6.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2021/02/Salinan-Kepdirjendikti-tentang-PO-BKD-compressed.pdf Halaman:  6 (Enam)